Harga minyak mentah global kembali melemah di awal pekan ini, tertekan oleh kombinasi faktor geopolitik, kebijakan produksi, dan risiko perlambatan ekonomi global.
Pada pukul 00.41 GMT, Brent crude turun 52 sen atau 0,78% menjadi $66,07 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 58 sen ke $63,30 per barel. Kedua acuan ini memperpanjang penurunan tajam pekan lalu, di mana Brent anjlok 4,4% dan WTI jatuh 5,1%.
Faktor Geopolitik: Harapan Perdamaian Ukraina Tekan Harga
Sentimen pasar minyak kini terfokus pada pertemuan penting 15 Agustus di Alaska antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan ini diproyeksikan membahas gencatan senjata di Ukraina.
Jika tercapai kesepakatan damai, sanksi terhadap Rusia berpotensi dilonggarkan, membuka jalan bagi lebih banyak ekspor minyak Rusia ke pasar global. Ekspektasi peningkatan pasokan inilah yang menekan harga saat ini.
Trump telah memberi peringatan keras bahwa jika Rusia tidak sepakat, pembeli minyak Rusia bisa terkena sanksi sekunder. AS juga meningkatkan tekanan terhadap India untuk mengurangi impor minyak Rusia, yang dapat mengubah arus perdagangan dan keseimbangan pasar.
Kebijakan OPEC: Kenaikan Produksi Tambah Tekanan
Selain faktor politik, OPEC telah merencanakan kenaikan produksi minyak dalam beberapa bulan mendatang. Tambahan suplai ini dipandang sebagai katalis negatif bagi harga, terutama jika permintaan global tidak tumbuh secepat pasokan.
Data Ekonomi AS: CPI Jadi Penentu Arah
Dari sisi makroekonomi, pasar menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk Juli pada Selasa.
CPI lebih rendah dari ekspektasi → Bisa memicu harapan penurunan suku bunga Fed lebih cepat dan dalam, sehingga berpotensi mendukung permintaan minyak.
CPI lebih tinggi dari perkiraan → Bisa memicu kekhawatiran stagflasi dan menunda pemangkasan suku bunga, menekan proyeksi konsumsi energi.
Analis IG, Tony Sycamore, mengatakan bahwa hasil CPI kali ini sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan Fed dan sentimen pasar minyak.
Tekanan Tarif AS: Ancaman bagi Permintaan Global
Kenaikan tarif impor AS terhadap puluhan negara yang mulai berlaku Kamis lalu menambah beban perekonomian global. Kebijakan ini memaksa perubahan rantai pasok, meningkatkan biaya, dan memicu inflasi tambahan — semua faktor yang dapat menurunkan permintaan minyak di masa depan.
Outlook Harga Minyak Minggu Ini
Pasar minyak akan dipengaruhi dua katalis utama:
Hasil Pertemuan Trump–Putin – Kesepakatan damai bisa memicu penurunan harga akibat lonjakan pasokan, sementara kegagalan negosiasi bisa memicu reli harga karena risiko sanksi baru.
Data CPI AS – Data inflasi yang rendah bisa menopang harga melalui ekspektasi permintaan lebih tinggi, sementara inflasi tinggi bisa memperdalam tekanan harga.