Harga minyak dunia mulai bangkit pada Kamis pagi, setelah sempat tertekan ke titik terendah dua bulan. Pemulihan ini terjadi jelang pertemuan penting Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, yang dipandang pasar sebagai momen penentu risiko geopolitik.
Geopolitik Memanaskan Sentimen
Pertemuan Trump–Putin diperkirakan akan membahas perdamaian Ukraina. Trump bahkan mengancam “konsekuensi berat” jika tidak tercapai kesepakatan, termasuk kemungkinan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia.
Menurut Rystad Energy, ketidakpastian negosiasi ini menambah premi risiko bullish di pasar minyak, karena pembeli minyak Rusia bisa menghadapi tekanan ekonomi yang lebih besar.
Sinyal Dovish The Fed Jadi Penopang
Dukungan tambahan datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September, yang kini mencapai hampir 100% menurut CME FedWatch. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan membuka peluang pemotongan 50 bps jika data ketenagakerjaan AS terus melemah.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendorong permintaan minyak, sekaligus menekan dolar AS yang kini berada di dekat level terendah beberapa minggu terhadap euro dan pound.
Data Persediaan dan Proyeksi Pasokan Menahan Kenaikan
Meski ada sentimen positif, harga minyak masih dibayangi oleh: