Trump dan Putin Bertemu di Alaska: KTT Ukraina Memasuki Jam Kedua dengan Isyarat Perdamaian

Pertemuan puncak bersejarah kembali terjadi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, pada Jumat, yang langsung menyita perhatian dunia.

 

Momen dramatis tersaji sejak awal ketika Trump menyambut Putin dengan jabat tangan hangat dan tepukan di lengan di karpet merah. Keduanya bahkan terlihat berbincang akrab sebelum memasuki “The Beast”, limusin kepresidenan AS yang membawa mereka menuju lokasi pertemuan.

 

KTT ini menjadi tatap muka pertama Trump–Putin di masa jabatan kedua Trump, sekaligus kunjungan pertama Putin ke tanah AS dalam hampir satu dekade. Kehadiran Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, serta Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menambah bobot diplomasi tingkat tinggi ini.

 

Agenda Rahasia di Balik Panggung

 

Awalnya, pembicaraan direncanakan berlangsung empat mata. Namun, perjalanan bersama ke lokasi memberi kesempatan bagi Trump dan Putin untuk berdialog tanpa kehadiran ajudan. Inilah yang dipandang sebagai momen paling berharga bagi Putin untuk menyampaikan pesannya langsung kepada Trump.

 

Bagi Trump, KTT ini adalah ujian besar kampanye. Ia berjanji untuk segera mengakhiri perang Ukraina, meski menegaskan akan “meninggalkan meja perundingan” jika diskusi tak berjalan baik. Trump juga mengisyaratkan jaminan keamanan bagi Ukraina, namun menolak opsi NATO.

 

Putin sendiri membawa “serangan pesona” dengan pujian pada Trump dan menawarkan kerja sama baru, termasuk potensi perjanjian ekonomi dan kontrol senjata. Namun, hal ini menimbulkan kekhawatiran di Eropa bahwa Trump bisa saja tergoda oleh tawaran tersebut, sementara Ukraina berisiko terpinggirkan.

 

Mengulang Bayangan Helsinki 2018

 

Pertemuan ini mengingatkan pada KTT Helsinki 2018, ketika Trump menuai kritik setelah dianggap lebih percaya ucapan Putin daripada intelijennya sendiri terkait isu pemilu AS 2016. Kini, dunia menunggu apakah Trump akan kembali mengulang sejarah atau mencetak terobosan perdamaian nyata.

 

Dengan perang Ukraina yang terus menelan korban, KTT Alaska bisa menjadi langkah awal menuju kesepakatan besar—atau justru membuka babak baru ketegangan geopolitik.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman browsing Anda, menayangkan iklan atau konten yang dipersonalisasi, dan menganalisis trafik kami. Dengan mengklik “Terima”, Anda menyetujui penggunaan cookie oleh kami. learn more Accept